Sebuah ibadah yang membuat syetan selalu berusaha memalingkan manusia darinya adalah sholat. Mengapa ? karena sholat merupakan sarana terbaik yang dimiliki seorang hamba dalam berkomunikasi dan membina hubungan dengan Robbnya. Namun, sungguh syetan sering kali menang di medan ini. Begitu banyak muslim dan muslimah yang kehilangan kekhusyukan didalam sholatnya. Bahkan yang paling memprihatinkan adalah banyak orang yang menganggap bahwa ibadah sholat ini hanya sebagai kegiatan rutinitas belaka yang semakin hari semakin membosankan.
Sholat yang seharusnya disadari sebagai bentuk penghambaan kepada Alloh, semestinya dilakukan dengan performa yang terbaik. Namun, kekhusyukan sebagai salah satu komponen terpenting di dalam sholat menjadi suatu misteri, benarkah kita sudah melaksanakan sholat kita dengan khusyuk ? Kalaulah belum, mungknkah kita meraihnya ?
Gangguan syetan terhadap orang-orang yang sholat.
Iblis dan bala tentaranya telah berjanji kepada Alloh akan senatiasa memalingkan manusia dari jalan kebenaran. Dan Alloh telah menggambarkan salah satu jalan setan di dalam memalingakan manusia dari jalanNya adalah dengan menghalangi manusia dari berdzikir dan beribadah kepada Alloh. Alloh berfirman :
Artinya : Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).{Al Maidah : 91}
Begitu juga Rosululloh telah menegaskan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan Al Bukhori dari Abu Hurairoh :
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ حَتَّى إِذَا قَضَى التَّثْوِيبَ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika panggilan shalat (adzan) dikumandangkan maka setan akan lari sambil mengeluarkan kentut hingga ia tidak mendengar suara adzan. Apabila panggilan adzan telah selesai maka setan akan kembali. Dan bila iqamat dikumandangkan setan kembali berlari dan jika iqamat telah selesai dikumandangkan dia kembali lagi, lalu menyelinap masuk kepada hati seseorang seraya berkata, 'Ingatlah ini dan itu'. Dan terus saja dia melakukan godaan ini hingga seseorang tidak menyadari berapa rakaat yang sudah dia laksanakan dalam shalatnya."
Bencana umat islam.
Rasulullah s.a.w. bersabda :
( أول شيء يرفع من هذه الأمة الخشوع ، حتى لا ترى فيها خاشعا .)
Artinya : Yang pertama akan hilang ari umatku adalah khusyu', hingga kalian tidak lagi melihat orang khusyu'. (H.R. Tabrani. Sahih)
Hudzaifah ibnu Yaman pernah berkata: Apa yang pertama hilang dari agama kalian adalah khusyu', dan apa yang paling akhir hilang dari agama kalian adalah sholat, banyak orang sholat tapi tidak ada kebaikan pada mereka, kalian nanti akan masuk masjid dan tidak ada lafi orang khusyu'" (al-Madarij 1/521)
Ibnu Katsir mengatakan: khusyu' adalah tidak bergerak, tenang, penuh tawadlu' karena disebabkan takut kepada Allah dan perasaan diawasi Allah. Khusyu' adalah sadarnya hati seakan berdiri di depat Allah dengan penuh penghormatan, pengabdian. (al-Madarij 1/520).
Maka yang perlu kita waspadai sekarang adalah apakah kekusyukan sebagai mana yang telah digambarkan oleh Ibnu Katsir masih kita rasakan didalam sholat kita ?Dan Juga apakah kita menjadi salah satu bagian dari orang-orang yang telah dikatakan oleh sahabat mulia Hudzaifah ? Maka sunnguh kecelakaan dan bencana yang besar apabila hal ini tidak kita sadari telah menimpa kita. Ketidak sadaran yang berhias senyum puas dan kegembiraan para syetan.
Si untung dan si rugi.
Khusyuk merupakan kekuatan sholat. Tanpa khusyuk sholat seakan tidak mempunyai makna bagi si pelakunya. Karena sungguh kemuliaan dan keberuntungan anilla diperuntukan bagi mereka yang menjalankan sholat dengan kekhusyuan. Alloh berfirman
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',”{Al Baqoroh : 45}
”Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'.”{Al Baqoroh : 238}
”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya.” {Al Mu’minun : 1-2}
Rosululloh : (Tidaklah seorang muslim ketika tiba waktu shalat wajibnya lalu dia membaguskan wudlunya, khusyuknya dan rukuknya, maka shalatnya adalah penebus bagi dosa-dosa yang lalu selama dia meninggalkan dosa besar, dan setahun penuh) HR Muslim.
Berbandibng terbalik dri perkara ini adalah sungguh kecelakaandan kerugian yang besar bagi mereka yang lalai da dalam sholatnya yaitu yang tidak ada kekhusyukan ketika mengerjakan sholat. Alloh berfirman :
”Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” {Al Maun : 4-5}
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali {An Nisa’: 142}
Hal-hal penunjang kekhusyuan.
1. Melakukan persiapan sebaik mungkin sebelum mengerjakan sholat.
2. Menghadirkan hati sepenuhnya untuk sholat.
3. Tuma’ninah (tenang da fokus) dalam menjalankan sholat.
4. Mengingat kematian seakan ini adalah sholat kita yang terakhir kalinya.
5. Mentadaburi setiap bacaan dalam sholat dan memaknai setiap gerakannya.
6. Mentartilkan dan membaguskan bacaan Al qur’an.
7. Senantiasa meminta perlindungan kepada Alloh dari gangguan syetan dan diberi kekhusyukan dalam sholat.(Fida' el Muttaqien)
Sholat yang seharusnya disadari sebagai bentuk penghambaan kepada Alloh, semestinya dilakukan dengan performa yang terbaik. Namun, kekhusyukan sebagai salah satu komponen terpenting di dalam sholat menjadi suatu misteri, benarkah kita sudah melaksanakan sholat kita dengan khusyuk ? Kalaulah belum, mungknkah kita meraihnya ?
Gangguan syetan terhadap orang-orang yang sholat.
Iblis dan bala tentaranya telah berjanji kepada Alloh akan senatiasa memalingkan manusia dari jalan kebenaran. Dan Alloh telah menggambarkan salah satu jalan setan di dalam memalingakan manusia dari jalanNya adalah dengan menghalangi manusia dari berdzikir dan beribadah kepada Alloh. Alloh berfirman :
Artinya : Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan sembahyang; Maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).{Al Maidah : 91}
Begitu juga Rosululloh telah menegaskan hal ini dalam sabdanya yang diriwayatkan Al Bukhori dari Abu Hurairoh :
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لَا يَسْمَعَ التَّأْذِينَ فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلَاةِ أَدْبَرَ حَتَّى إِذَا قَضَى التَّثْوِيبَ أَقْبَلَ حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لَا يَدْرِي كَمْ صَلَّى
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika panggilan shalat (adzan) dikumandangkan maka setan akan lari sambil mengeluarkan kentut hingga ia tidak mendengar suara adzan. Apabila panggilan adzan telah selesai maka setan akan kembali. Dan bila iqamat dikumandangkan setan kembali berlari dan jika iqamat telah selesai dikumandangkan dia kembali lagi, lalu menyelinap masuk kepada hati seseorang seraya berkata, 'Ingatlah ini dan itu'. Dan terus saja dia melakukan godaan ini hingga seseorang tidak menyadari berapa rakaat yang sudah dia laksanakan dalam shalatnya."
Bencana umat islam.
Rasulullah s.a.w. bersabda :
( أول شيء يرفع من هذه الأمة الخشوع ، حتى لا ترى فيها خاشعا .)
Artinya : Yang pertama akan hilang ari umatku adalah khusyu', hingga kalian tidak lagi melihat orang khusyu'. (H.R. Tabrani. Sahih)
Hudzaifah ibnu Yaman pernah berkata: Apa yang pertama hilang dari agama kalian adalah khusyu', dan apa yang paling akhir hilang dari agama kalian adalah sholat, banyak orang sholat tapi tidak ada kebaikan pada mereka, kalian nanti akan masuk masjid dan tidak ada lafi orang khusyu'" (al-Madarij 1/521)
Ibnu Katsir mengatakan: khusyu' adalah tidak bergerak, tenang, penuh tawadlu' karena disebabkan takut kepada Allah dan perasaan diawasi Allah. Khusyu' adalah sadarnya hati seakan berdiri di depat Allah dengan penuh penghormatan, pengabdian. (al-Madarij 1/520).
Maka yang perlu kita waspadai sekarang adalah apakah kekusyukan sebagai mana yang telah digambarkan oleh Ibnu Katsir masih kita rasakan didalam sholat kita ?Dan Juga apakah kita menjadi salah satu bagian dari orang-orang yang telah dikatakan oleh sahabat mulia Hudzaifah ? Maka sunnguh kecelakaan dan bencana yang besar apabila hal ini tidak kita sadari telah menimpa kita. Ketidak sadaran yang berhias senyum puas dan kegembiraan para syetan.
Si untung dan si rugi.
Khusyuk merupakan kekuatan sholat. Tanpa khusyuk sholat seakan tidak mempunyai makna bagi si pelakunya. Karena sungguh kemuliaan dan keberuntungan anilla diperuntukan bagi mereka yang menjalankan sholat dengan kekhusyuan. Alloh berfirman
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu',”{Al Baqoroh : 45}
”Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'.”{Al Baqoroh : 238}
”Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam sembahyangnya.” {Al Mu’minun : 1-2}
Rosululloh : (Tidaklah seorang muslim ketika tiba waktu shalat wajibnya lalu dia membaguskan wudlunya, khusyuknya dan rukuknya, maka shalatnya adalah penebus bagi dosa-dosa yang lalu selama dia meninggalkan dosa besar, dan setahun penuh) HR Muslim.
Berbandibng terbalik dri perkara ini adalah sungguh kecelakaandan kerugian yang besar bagi mereka yang lalai da dalam sholatnya yaitu yang tidak ada kekhusyukan ketika mengerjakan sholat. Alloh berfirman :
”Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.” {Al Maun : 4-5}
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali {An Nisa’: 142}
Hal-hal penunjang kekhusyuan.
1. Melakukan persiapan sebaik mungkin sebelum mengerjakan sholat.
2. Menghadirkan hati sepenuhnya untuk sholat.
3. Tuma’ninah (tenang da fokus) dalam menjalankan sholat.
4. Mengingat kematian seakan ini adalah sholat kita yang terakhir kalinya.
5. Mentadaburi setiap bacaan dalam sholat dan memaknai setiap gerakannya.
6. Mentartilkan dan membaguskan bacaan Al qur’an.
7. Senantiasa meminta perlindungan kepada Alloh dari gangguan syetan dan diberi kekhusyukan dalam sholat.(Fida' el Muttaqien)


0 komentar:
Posting Komentar