Ibarat sepasang kekasih yang saling mencintai otomatis keduanya akan selalu merespon rasa cinta yang diberikaan oleh pasanganya. Keduanya akan senantiasa memberikan yang terbaik dari apa yang dimiliki. Berdandan dengan dandanan yang terbaik yang bisa diusahakan walaupun harus meminjam, dan dalam hal lainnya.
Rasa kecintaan yang terbalas juga dengan rasa cinta juga sayang dari pasangannya. Akan tetapi bagaimana jika kita yang telah menghabiskan segala daya upaya, menghabiskan tenaga, harta, bahkan mengorbankan agama namun kita tidak mendapatkan balasan dari apa yang telah kita korbankan ? kekecewaan yang mendalam, meyesal, marah, bahkan akan mengutuk diri sendiri atas apa yang telah diperbuatnya. Itulah yang akan dialami oleh orang-orang yang menjadikan kcintaan mereka kepada selain Alloh dan rosulNya. Kecintaan yang mereka agung-agungkan didalam mengikuti langkah-langkah syetan la’natulloh alaihi. Na’udzubilahi min dzalik.
KECINTAAN YANG MENUAI CINTA
Kecintaan yang hakiki hannyalah kecintaan kepada Alloh dan Rosulnya, dan inilah yang menjadi patokan dan tolak ukur didalam mencintai yang lain.
Alloh berfirman : “Dan orang-orang yang beriman itu sangat besar cintanya kepada Alloh”.{Q.S Al Baqoroh :165}.
Kecintaan inilah yang kelak akan mendapatkan balasan yang melebihi segala yang ada di dunia ini. Kecintaan ini pula yang akan menuaikan manisnya keimanan, dimana seseorang benar-benar bisa memaknai dan memegan teguh dengan apa yang mereka yakini yaitu islam. Rosululloh bersabda didalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhori :
Artinaya : (BUKHARI - 15) : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab Ats Tsaqafi berkata, telah menceritakan kepada kami Ayyub dari Abu Qilabah dari Anas bin Malik dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tiga perkara yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka".
KECINTAAN YANG MENUAI PETAKA
Alloh telah telah jauh-jauh hari memberi tahukan kepada manusia tentang apa yang akan mereka dapati dari kecintaanya kepada selain Alloh. Kecintaan, kepatuhan, ketudukan itu hannya berakhir dengan segala bentuk penyesalan.
Alloh berfirman :
“Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). (yaitu) ketika orang-orang yang diikuti itu berlepas diri dari orang-orang yang mengikutinya, dan mereka melihat siksa; dan (ketika) segala hubungan antara mereka terputus sama sekali.Dan berkatalah orang-orang yang mengikuti: "Seandainya kami dapat kembali (ke dunia), pasti kami akan berlepas diri dari mereka, sebagaimana mereka berlepas diri dari kami." Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan keluar dari api neraka”. {Al Baqoroh : 165-167}
Syetan akan selalu berusaha sekuat tenaga untuk memalingkan cinta manusia yang seharusnya diberikan kepada Alloh semata agar kecintaan manusia bisa berpaling kepadanya. Dan dewasa ini kita bia melihat realita yang kita dapati terkhusus pada generasi muda kita yang memegang peran paling penting di dalam penegaan dienuloh ini. Bannyak dari mereka yang terjebak didalam situasi ini. Ditepi-tepi jalan para remaja yang menggunakan pakaian bergaya punker katanya, memakai tato, menggandeng wanita yang bukan muhrimnya, siapakah yang mereka cintai? apakah yang seperti itu dikarenakan cinta kepada Alloh?. Sungguh hannya penyesalan ujung dari semua itu yang kelak akan mereka tunai, sebuah petaka bagi dirinya.
Kecintaan yang sia-sia belaka padahal yang mereka cintaipun sejatinya hannya menjerumuskan mereka kedalam neraka
Artinya : (Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) shaitan ketika dia Berkata kepada manusia: "Kafirlah kamu", Maka tatkala manusia itu Telah kafir, Maka ia berkata: "Sesungguhnya Aku berlepas diri dari kamu, Karena Sesungguhnya Aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam".
Sudah cukup bagi kita atas ketidak sadaran kita akan hal ini. Mari kita raih kecintaan yang hakiki yang akan menghantarkan kota kepada keselamatan di dunia dan akhirat. Amien. [Fida’ el Muttaqien]

0 komentar:
Posting Komentar